Tukaran Link

Tukaran Banner

Pengunjung

Followers

Kategori

Statistik

Blog Saya

Translate

Anda yang kE

Web Page Hit Counter

Chat Box

Jangan Lupa di Like ya Gan...

Kalender

What Time is it?

Tampilkan postingan dengan label WINDOWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WINDOWS. Tampilkan semua postingan

Instal Dual Boot Windows dan Linux

Tutorial yang akan saya buat kali ini adalah membahas bagaimana cara menginstal dua SO (Sistim operasi) dalam satu harddisk komputer. Dua sistim operasi yang akan saya instal kali ini adalah windows XP dengan redhat 9. Pada langkah ini, windows xp akan kita instal terlebih dahulu baru kemudian linux redhat 9. Alasan mengapa windows xp yang terlebih dahulu diinstal :
1. windows xp tidak mempunyai aplikasi boot loader sedangkan linux punya
2. windows tidak dapat membaca format harddisk linux, sedangkan linux dapat membaca semua jenis format harddisk termasuk NTFS (format harddisk windows
)
Bila di PC anda telah terinstal windows XP, maka anda hanya perlu menyisakan 1 buah partisi kosong dengan kapasitas 10GB sebagai tempat menginstal redhat. Sebenarnya di bawah 10 GB bisa saja sih, cuma disini tidak saya sarankan. Bila belum terinstal windows xp silahkan instal dengan mengikuti tutorial ini.

Langkah menginstal redhat 9:
- Atur di BIOS first boot nya menjadi CD-ROM, lalu save and exit.
- Kemudian akan muncul tampilan redhat, tekan enter.
- Selanjutnya akan muncul proses pengecekan cd. Pilih saja skip bila anda yakin bahwa cd anda tidak akan error selama proses instalasi, juga agar tidak membuang waktu.
- Pilih saja next terus untuk melanjutkan. Pilih lah paket sesuai yang anda inginkan lalu klik next lagi
- Lalu akan muncul tampilan pembagian partisi, apakah anda akan mengatur partisi secara otomatis atau manual. Untuk hal ini, jika di PC anda sudah ada linux yang diinstal sebelumnya, maka akan lebih cepat jika anda pilih otomatis. Namun disini saya asumsikan di PC anda belum ada linux sama sekali, maka kita akan memilih yang manual lalu klik next.
- Berikutnya kita akan mengatur kapasitas partisi untuk menginstal linux. Di gambar terlihat bahwa PC saya memiliki 2 buah partisi yang satu /dev/hda1 dengan format NTFS dan /dev/hda5 dengan format win95 FAT16. disini saya akan memilih partisi hda5 untuk dijadikan partisi redhat 9, sedangkan partisi hda1 tidak perlu diganggu karena itu merupakan partisi windows.
- klik hda5 lalu pilih delete untuk menghapus
- Selanjutnya partisi tadi akan menjadi free. Selanjutnya kita akan membuat 3 partisi untuk redhat yaitu /(root), swap, dan boot. Pilih new lalu dibagian mount point pilih /boot untuk partisi boot, dan pastikan kapasitasnya hanya 100 mb, lalu klik ok.
- Selanjutnya pilih lagi new lalu pada bagian file system type pilih swap. pada bagian size masukkan angka 2x lipat dari kapasitas memori. karena saya memiliki memori RAM sebesar 256, maka disini saya akan masukkan 512. kalau sudah tekan ok.
- pilih lagi new. kali ini kita akan membuat partisi "/". pada bagian mount point, pilih /. pada bagian size, masukkan seluruh sisa kapasitas yang tidak terpakai. disini saya masukkan 10300. Klik OK. Klik next
- Selanjutnya anda dapat mensetting aplikasi boot loader. disini saya hanya mengganti nama DOS menjadi Microsoft Windows XP. anda dapat juga mengganti default boot target nya dengan mencentang pada salah satu pilihan OS. Kalau sudah klik next
- Selanjutnya kita akan mensetting IP. Bila anda tidak ingin mengaturnya sekarang, anda dapat mengklik next.
- Pada bagian firewall pilih saja no firewall jika anda tidak ingin dipasangi firewall, lalu klik next.
- Set password root anda, kemudian klik next
- Selanjutnya kita akan melakukan pemilihan paket yang akan diinstal. Jika anda masih awam mengenai pemilihan paket linux ini, anda dapat memilih dengan menchecklist everything pada bagian bawah lalu klik next.
- Selanjutnya akan dilakukan proses instalasi. Masukkan cd 2 dan cd 3 ketika dibutuhkan. Tunggu saja hingga proses selesai.
- Klik exit, maka komputer akan restart secara otomatis. Lalu, pada boot loader pilih redhat
- Setelah masuk ke OS redhat 9 kita akan diminta untuk mensetting beberapa hal. Klik forward untuk melanjutkan
- Ketik username dan password untuk membuat user baru. Bedakan antara password user dengan password root yang tadi kita buat. lalu ikuti langkah-langkahnya sampai finish
- Tekan forward. Selamat, kini anda telah selesai menginstal redhat. selanjutnya silahkan masukkan username dan passwordnya untuk login.
- Anda juga dapat berganti ke OS windows xp bila anda mau dengan hanya merestart pc lalu pilih microsoft windows xp pada tampilan boot loader-nya.

Semoga bermanfaat


Langkah-Langkah Menginstal Windows XP

Mungkin sebagian dari agan-agan sekalian sudah pada tau tentang langkah-langkah menginstal ulang windows XP. Namun disini saya cuma mereview ulang saja dengan bahasa saya sendiri, karena disini kita berbagi ilmu tentang apa saja

OK gan, langsung saja masuk ke langkah-langkahnya :
- Hidupkan komputer, lalu masuk ke BIOS dengan cara menekan tombol del.
- Atur first boot nya menjadi CD-ROM
- Tekan F10 lalu pilih yes untuk menyimpan dan keluar dari BIOS. Kemudian komputer otomatis akan restart
- Biarkan proses berjalan dan ketika muncul tampilan hitam seperti dibawah ini, tekan sembarang tombol agar masuk ke proses instalasi

- Selanjutnya akan dilakukan proses pengecekan hardware secara otomatis. Tunggu saja hingga proses tersebut selesai.
- Tekan enter untuk melanjutkan. Kemudian pada tampilan berikutnya tekan F8.
- Selanjutnya kita akan diminta untuk membagi kapasitas harddisk. Disini saya hanya ingin membuat satu partisi windows saja yaitu partisi c sebesar 10 GB sedangkan sisanya ingin saya pakai untuk menginstal linux di lain waktu. Tekan "c" untuk membuat partisi dan atur kapasitasnya menjadi 10000 yg berarti 10 GB kemudian tekan enter. Jika anda hanya akan menginstal windows XP saja, silahkan buat satu partisi lagi dengan cara yang sama. kapasitasnya dapat anda atur sesuai kebutuhan anda sendiri
 
- Tekan enter untuk melanjutkan. Pada tampilan berikutnya anda dapat memilih "format the partition using the NTFS file system (Quick)". Maka proses instalasi akan berjalan otomatis. Biarkan proses berjalan hingga komputer restart tanpa menekan tombol apapun
- Kemudian setelah muncul tampilan seperti diatas, tekan next lalu isi form yang diminta lalu next. Kemudian masukkan serial key windows : WCBG6-48773-B4BYX-73KJP-KM3K3
- Tekan next jika sudah. Setting tanggal dan waktu yang benar lalu klik next. Tunggu hingga proses selesai
- Setelah proses selesai, maka komputer akan restart kembali secara otomatis. Biarkan proses berjalan hingga masuk ke windows, dan klik next dan next untuk melanjutkan hingga muncul tampilan windows seperti ini
- Selamat, anda telah berhasil menginstal windows XP. Agar PC lebih optimal, silahkan anda lanjutkan dengan menginstal driver dan software aplikasi yang anda butuhkan.

Domain Baru Tignov Harli

Niatnya nak buat blog ini menjadi semakin mantap dan keren dengan domain yang berbeda, dan yang terjadi malah link saya diblokir oleh facebook dibagian situs web nya. Sempat kaget, ketika saya sudah mengubahnya dengan "www.tignovcharlie.co.cc" dan mengaksesnya, malah muncul pesan dari facebook kira2 bunyinya seperti ini:

The link you are trying to visit has been reported as abusive by Facebook users. To learn more about staying safe on the internet, visit our Security Page. You can also check out the malware and phishing Wikipedia articles


walah-walah...saya jadi pening kalo udah nengok yang kayak gini. Kalau blog saya nggak bisa konek ke facebook, saya jadi gak semangat lagi buat nulis-nulis disini. Soalnya juga di setiap entri yang saya terbitkan juga ada "suka" facebooknya. makanya saya cari cara gimana caranya agar link co.cc saya bisa aktif di fb. Setelah berjam-jam search di google, ternyata sebagian besar orang juga mengalami masalah yang sama tetapi untuk solusinya untuk menanganinya nol besar alias tidak ada. Ya sudahlah kata bondan prakoso saya pake balek domain blogspot saya dan pasang di facebook. Pas diakses http://tignovcharlie.blogspot.com/ , ternyata malah gak bisa juga. Facebook juga jadi memblokir situ blogspot saya.

Ya sudahlah lagi kata bondan prakoso, masih banyak jalan ke roma. Daripada saya memikirkan cara agar domain itu bisa tembus di fb lagi, lebih baik saya ganti domain baru dengan http://tignovharli.blogspot.com/, dan domain ini pun juga gak ada pasalnya dengan facebook sehingga saya sekarang bisa blogging dengan tenang dan nyaman.

Kawin silang aplikasi windows dan linux

Pernahkah anda membayangkan beberapa sistem operasi (windows dan Linux) berjalan serentak dalam PC anda ?, bahkan tanpa mengganggu data dan program yang sudah ada ?. Atau pernahkah anda membayangkan program yang ada di windows dapat berjalan di Linux ataupun sebaliknya ?. Apakah mungkin hal ini terjadi ?. Jawabnya adalah "mungkin sekali".

Sistem operasi Windows sangat berbeda jauh dengan sistem operasi Linux (lihat "Sistem Operasi"). Untuk menjalankan sistem operasi secara bersamaan kita perlu suatu program yang merupakan "penterjemah" sistem operasi sehingga kedua sistem operasi tersebut dapat saling berinteraksi secara mulus tanpa kesalahan.

Untuk mengawinkan Windows dengan Linux, yang perlu kita lakukan adalah :


Siapkan Hardware
Hardware yang dibutuhkan adalah komputer dengan prosesor minimal Pentium IV 1,8 atau AMD, RAM 256 MB, VGA 64 Mb, HD 80 Gb.

Softwawe
Software yang dibutuhkan adalah :
1. Sistem Operasi Microsoft Windows XP
2. Sistem Operasi Linux (silakan pilih dari distro yang sudah ada, dalam experimen ini penulis menggunakan Dewalinux Ubuntu yang tampilannya sangat mirip dengan Windows XP)

Lain-lain
Koneksi Internet (hukumnya wajib), karena ketika menginstall Linux, ada beberapa komponen program yang nantinya akan didownload secara otomatis.

Setelah semuanya dipersiapkan, langkah awal adalah install terlebih dahulu Sistem Operasi Windows XP kedalam harddisk anda, jika anda pengguna Windows pasti sudah paham betul cara melakukannya. hal yang perlu diingat adalah bagilah partisi HD anda menjadi 3 (drive C, D dan E). Pembagiannya adalah sebagai berikut : Drive C khusus untuk Windows, Drive D untuk Linux dan Drive E untuk data anda, besar kecilnya kapasitas tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

Setelah Sistem Operasi Windows terinstall dengan sempurna, langkah selanjutnya adalah menginstall Sistem Operasi Linux. Caranya adalah :

1. Masukkan LiveCD Linux kedalam CDRoom.
2. Boot komputer anda dari CDRoom.
3. Tunggu hingga muncul tampilan khas Linux.

Dari sini, sebenarnya anda sudah dapat menjalankan aplikasi Linux, tapi masih dalam versi LiveCD, artinya Sistem Operasi Linux masih murni dijalankan dari CD anda dan belum diinstall kedalam Harddisk anda. Begitu CD anda dikeluarkan, Sistem Operasi Linux tidak akan dapat dijalankan. Mungkin inilah salah satu kelebihan Linux dibandingkan dengan Windows.

Untuk menginstall Linux kedalam harddisk anda, pada pojok kiri atas terdapat icon "install". Double clikc icon tersebut.

Dalam instalasi Linux, terdapat tujuh tahapan yang harus dilakukan yaitu :
1. Language (pilih English)
2. Penentuan TimeZone (sesuaikan dengan timezone negara anda), pilih Jakarta WET+7
3. Keyboard Layout (pilih American English)
4. Who Are You, dalam langkah ini masukkan "username" dan "password" yang anda kehendaki. Apabila dalam instalasi Windows anda sudah memasukkan username dan password, akan muncul option "import username & password".
5. Select a Disk
langkah ini merupakan langkah yang paling penting karena dalam harddisk anda sebelumnya telah terintall Sistem Operasi Windows, hati-hati karena sedikit kesalahan dapat membuat Sistem Operasi Windows yang sudah terinstall tidak dapat berjalan.
Pada langkah ini pilih "manually edit partition table"
Drive D yang dibuat pada saat instalasi Windows akan didefinisikan dengan hdaX, dengan nilai X = 1, 2, 3 dst

Pilih edit partition, kemudian definisikan kembali menjadi 3 bagian yaitu root (/), swap (2xram) dan data. tetapi yang paling penting adalah root dan swap. Sampai tahap ini akan muncul pesan Prepare Disk Space.

6. Ready To Install, klik "install
7. Installing
tunggu hingga muncul pesan "installing complete"
pilih "restart"

Tunggu hingga kita benar-benar telah masuk kedalam Sistem Operasi Linux
Pada tampilan awal, Linux akan meminta "username" dan "password", masukkan username dan password yang sudah anda buat

sekarang anda telah masuk kedalam Sistem Operasi Linux
sebagai catatan, penginstalan program/aplikasi hanya dapat dilakukan apabila kita memegang hierarki tertinggi dalam linux yaitu "super user" yang berhak untuk mengakses "root". Ketika anda memasukkan "username" dan "password", status anda adalah "user" bukan "super user", jadi anda tidak bisa menginstall program/aplikasi berbasis linux. Untuk itu anda perlu mengaktifkan "super user" dengan cara :

Masuk ke administration - user & group
Pilih "root", ganti password yang ada dengan password anda, awas!!, ini adalah password untuk "super user", sekali anda lupa anda harus menginstall kembali Sistem Operasi dari awal. Password inilah yang nantinya akan anda gunakan untuk menginstall program/aplikasi berbasis linux.

ada yangbelun ditulis !!!!
bla...bla...blatekan enter

Untuk masuk sebagai super user, dari terminal ketik "su", masukkan password super user anda.

Sekarang anda dapat melakukan apa saja pada Sistem Operasi Linux seperti install aplikasi/program dll.

Sampai tahap ini anda sudah mendapatkan dua sistem operasi dalam PC anda yaitu Sistem Operasi Windows dan Sistem Operasi Linux, tapi perlu diingat walaupun sudah ada dua sistem operasi dalam PC anda, program/aplikasi Windows tidak akan bisa digunakan pada Linux, begitu juga sebaliknya. Satu hal yang menjadi kelebihan Linux adalah Linux dapat mengakses directory Windows, tetapi Windows tidak bisa mengakses directory Linux (root). Hal inilah yang menjadikan Linux lebih sering digunakan untuk mengubah registry atau directory dalam Windows seperti dalam kasus penanganan virus komputer.

Setelah kita mempunyai dua sistem operasi, pertanyaannya adalah bagaimana kita mengawin silangkan program/aplikasi yang berjalan pada Sistem Operasi Windows agar dapat berjalan pada Sistem Operasi Linux atau sebaliknya?

Dunia Linux dan Windows memang berbeda dan perbedaan bukan suatu alasan untuk menyatukan keduanya. Banyak cara untuk mengawinkan aplikasi Windows agar berjalan di Linux atau sebaliknya. Salah satunya adalah dengan menggunakan program Wine. Program ini menjadi perantara antara dua sistem operasi yang berbeda ini. Wine mempunyai 2 versi yaitu versi Windows dan Versi Linux, Versi Windows digunakan untuk menjalankan aplikasi Linux di lingkungan Windows, dan sebaliknya versi Linux digunakan untuk menjalankan aplikasi Windows di lingkungan Linux.

Aplikasi ini adalah sebuah program yang membuat aplikasi Windows merasa seakan-akan berjalan di sistem Windows, meskipun sebenarnya berjalan di sistem Linux.

Wine biasanya digunakan oleh pengguna Windows saat berada di Linux karena belum terbiasa dengan aplikasi-aplikasi native Linux. Dengan Wine, aplikasi Windows tersebut dapat langsung dijalankan tanpa perlu berpindah ke sistem operasi Windows.

Mungkin akan timbul pertanyaan: “Bukankah Windows dan Linux merupakan sistem operasi yang secara teknis berbeda? Dapatkah Wine mengemulasi Windows dengan sempurna sehingga aplikasi Windows dapat berjalan seperti kondisi aslinya?”. Jawabannya tidak. Secara umum, ada hal-hal yang bisa diemulasikan oleh Wine, ada pula yang tidak. Suatu program Windows yang semua fungsinya berjalan sempurna di Windows bisa saja tidak berfungsi dengan sempurna saat diemulasi Wine. Bahkan ada pula program Windows yang menolak bekerja sama sekali saat diemulasikan oleh Wine. Semua risiko ini harus Anda sadari sebelum menjalankan aplikasi Windows Anda dengan Wine.

Mungkin Anda akan bertanya pula: “Apa bedanya aplikasi Windows yang dijalankan oleh VMWare (atau program sejenis seperti Qemu) dengan aplikasi yang dijalankan Wine?".

1. Wine tidak mensimulasikan seluruh sistem PC seperti halnya VMWare sehingga eksekusi program di dalam Wine pun menjadi lebih cepat.
2. Wine tidak membutuhkan memori sebanyak VMWare. Dengan demikian, kapasitas memori yang tersedia (free memory) lebih besar daripada jika memakai VMWare. Manfaat ini akan lebih terasa bila Anda berencana menjalankan lebih dari satu aplikasi Windows di Wine.
Kolaborasi antaraplikasi program Windows dan Linux native (misalnya saat menjalankan fungsi copy and paste) menjadi lebih mudah karena kedua program diperlakukan sama oleh Linux. Artinya, keduanya sama-sama dianggap aplikasi normal. Lain halnya saat menggunakan VMWare, Anda harus memakai fungsi copy/paste dari dalam VMWare.Wine dapat Anda peroleh di website resminya yang beralamat www.winehq. com. Temukan link untuk men-download file-nya di bagian Download yang sesuai dengan distribusi (distro) Linux Anda.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Adding the WineHQ APT Repository:
First, open a terminal window. Then add the repository's key to your system's list of trusted APT keys by copy and pasting the following:
wget -q http://wine.budgetdedicated.com/apt/387EE263.gpg -O- | sudo apt-key add -
Next, add the repository to your system's list of APT sources:
For Ubuntu Gutsy (7.10):
sudo wget http://wine.budgetdedicated.com/apt/sources.list.d/gutsy.list -O /etc/apt/sources.list.d/winehq.list
For Ubuntu Feisty (7.04):
sudo wget http://wine.budgetdedicated.com/apt/sources.list.d/feisty.list -O /etc/apt/sources.list.d/winehq.list
For Ubuntu Edgy (6.10): *64-bit packages not available*
sudo wget http://wine.budgetdedicated.com/apt/sources.list.d/edgy.list -O /etc/apt/sources.list.d/winehq.list
For Ubuntu Dapper (6.06): *64-bit packages not available*
sudo wget http://wine.budgetdedicated.com/apt/sources.list.d/dapper.list -O /etc/apt/sources.list.d/winehq.list
For Debian Etch (4.0):
sudo wget http://wine.budgetdedicated.com/apt/sources.list.d/etch.list -O /etc/apt/sources.list.d/winehq.list
Then, you can install Wine from WineHQ like it were any other package, such as by using the Synaptic Package Manager under System->Administration. Alternatively, you can install from the terminal by running 'sudo apt-get update' to update APT's package information and then 'sudo apt-get install wine'.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk mulai memakai Wine, jalankan dulu aplikasi Windows yang sederhana, tetapi terlebih dahulu mount partisi Windows dimana aplikasi tersebut berada.
Contoh : # moun /dev/hda1/mnt/windows

Asumsi dari perintah di atas adalah sistem Windows di-install di partisi primary pertama pada hard disk master pertama. Partisi ini di-mount pada direktori ‘/mnt/ windows’ yang sebelumnya telah Anda buat (misalnya dengan perintah mkdir).

Jalankan binary Wine dengan parameter path lengkap dan nama file executable Windows. Perintah ini harus dijalankan dalam X Window agar interface Minesweeper dapat ditampilkan. Berikut ini adalah perintahnya.

$ wine /mnt/windows/windows/system32/winmine.exe

Coba klik di sembarang area petak ranjau dan tes apakah Minesweeper bekerja normal. Kesan awal yang mungkin dirasakan adalah game Windows ini berjalan di Linux tanpa adanya perbedaan berarti jika Anda bandingkan saat menjalankannya di Windows. Jalankan juga program Windows lainnya seperti notepad, tetapi dengan cara yang sedikit berbeda.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, struktur program executable Windows berbeda dengan executable di Linux. Wine sendiri digunakan sebagai fasilitas untuk mendeteksi dan menjalankan executable Windows. Meskipun demikian, executable Windows bukanlah tipe file yang otomatis dikenal Linux sehingga Anda harus selalu menjalankan binary Anda sebagai parameter Wine. Agar Anda dapat langsung menjalankan executable Windows tanpa perlu secara eksplisit memanggil Wine, gunakan sistem registrasi binary.

Registrasi executable Windows ini disediakan secara otomatis dalam paket melalui script otomatisasi-nya. Cukup ketikkan perintah berikut ini.

# /sbin/service wine start

Selanjutnya, periksa statusnya dengan perintah di bawah ini.

# /sbin/service wine status

Wine binary format handlers are registered.

Kata ‘registered’ menandakan prosedur registrasi berjalan lancar. Secara default, saat instalasi Wine, service registrasi executable ini secara otomatis di-set agar berjalan setiap kali sistem Linux di-boot. Anda dapat memeriksanya dengan menjalankan perintah berikut ini.

# /sbin/chkconfig --list | grep -i wine
wine 0:off 1:off 2:on 3:on 4:on 5:on 6:off

Ini berarti service Wine otomatis dijalankan saat sistem masuk ke runlevel 3, 4, dan 5. Abaikan runlevel 6 yang digunakan untuk memicu sistem reboot. Anda dapat pula melakukan setting manual, misalnya service hanya dijalankan di runlevel 3, sedangkan runlevel lainnya berstatus off. Anda dapat melakukannya dengan perintah berikut ini.

# /sbin/chkconfig --level 3 wine on
# /sbin/chkconfig --level 1245 wine off

Lakukan pengujian dengan menjalankan aplikasi Windows, misalnya notepad, secara langsung dengan perintah di bawah ini.

$ /mnt/windows/windows/system32/notepad.exe

Jika PC Anda telah di-install dengan sistem Linux dan Windows yang memiliki fasilitas dual boot dan Aplikasi yang hendak dijalankan dengan Wine dianggap sudah terlebih dulu di-install di dalam sistem Windows. Anda harus membuat direktori khusus untuk Wine. Apabila sebelumnya Anda sudah menjalankan Wine sewaktu mencoba contoh yang diberikan, maka direktori khusus ini otomatis sudah dibuat. Periksa direktori home Anda dan cari direktori bernama ‘.wine’ (perhatikan ada awalan titik di depannya). Perintahnya seperti berikut ini.

$ ls -l ~/.wine
total 284
drwxrwxr-x 2 wine wine 4096 Dec 11 22:58
dosdevices
drwxrwxr-x 4 wine wine 4096 Dec 11 22:58
drive_c
-rw-rw-r-- 1 wine wine 242611 Dec 13 01:23
system.reg
-rw-rw-r-- 1 wine wine 1602 Dec 13 01:23
userdef.reg
-rw-rw-r-- 1 wine wine 25490 Dec 13 03:00
user.reg

Apabila direktori di atas belum ada, ketik perintah di bawah ini agar direktorinya secara otomatis dibuat.

$ wine

Untuk lebih memahami tentang Wine, coba kunjungi link http://appdb. winehq. com. Di sana, Anda akan menjumpai daftar lengkap aplikasi yang dapat berjalan di Wine serta panduan untuk men-setting aplikasinya agar dapat berjalan maksimal.

reference : CHIP online

Apakah NTTFS dan FAT itu?

Apa itu NTFS? Sebuah sistem file merupakan salah satu bagian dari sistem operasi yang menentukan bagaimana file diberi nama, disimpan, dan diorganisasikan dalam sebuah ruang/volume. Sebuah sistem file mengatur file – file dan folder – folder, dan informasi yang dibutuhkan untuk menempatkan dan mengakses item ini oleh local dan remote user. Microsoft Windows Server 2003 dan xp mendukung kedua sistem file baik NTFS maupun FAT.
NTFS membolehkan anda mendapatkan keuntungan maksimal untuk kebutuhan lingkungan bisnis perusahaan sehari -hari dari Windows Server 2003, seperti peningkatan keamanan, lebih sempurna dan performa yang meyakinkan, seperti halnya sebuah desain untuk peningkatan kapasitas besar, fitur – fitur yang tidak ditemukan di FAT.
Common NTFS Scenarios
Pada bagian ini menjelaskan sedikit skenario yang mana NTFS perlu digunakan sebagai sistem file dalam sebuah server yang menjalankan Windows Server 2003.
Lebih Handal
NTFS menggunakan informasi log file dan hasil pemeriksaan untuk mengembalikan konsistensi dari sistem file ketika komputer di jalankan kembali ketika sistem mengalami kegagalan. Pada saat mengalami error bad sector, NTFS secara dinamis menandai ikatan yang mengandung bad sector dan mengalokasikan sebuah ikatan (cluster) baru untuk data, seperti halnya menandai cluster sebagai bad dan tidak lama menggunakannya. Contohnya, dengan menghapus/format sebuah server POP3 dengan NTFS, penyimpanan mail dapat menawarkan pembukuan (logging) dan mengembalikan (recovery). Ketika sever mengalami crash, NTFS dapat menyembuhkan/mengembalikan data dengan menjalankan log filenya.
Lebih aman
NTFS membolehkan anda mengatur izin dalam sebuah file atau folder, dan menspesifikasikan grup – grup dan para pengguna yang diizinkan mengakses atau tidak oleh anda, dan kemudian pilih jenis akses yang diperbolehkan. NTFS juga mendukungteknologi Encrypting File System (EFS) yang biasa digunakan untuk menyimpan encrypted file dalam ruang NTFS. Para penyusup yang mencoba mengakses encrypted file anda akan dicegah perlakuannya, sekalipun penyusup itu mengakses fisik dari komputer tersebut.
Mendukung Kapasitas Besar
NTFS membolehkan anda membuat sebuah kapasitas NTFS hingga 16 terabyte dengan menggunakan ukuran cluster yang default (4 KB) untuk volume besar. Anda dapat membuat kapasitas NTFS hingga 256 terabyte  dengan menggunakan ukuran cluster 64 KB. NTFS juga mendukung file – file besar dan lebih setiap volumenya dibandingkan FAT. Sebagai tambahan, NTFS mengatur ruang disk lebih efisien daripada FAT dengan menggunakan ukuran cluster terkecil. Contohnya, sebuah volume NTFS 30-GB yang menggunakan cluster 4-KB. Sama seperti volume yang diformat dengan FAT32 yang menggunakan cluster 16-KB. Menggunakan cluster yang kecil akan mengurangi ruang/space yang terbuang percuma dalam hard disk. NTFS mendukung banyak kemampuan dalam dynamic disk untuk mengatur kebutuhan – kebutuhan penyimpanan besar.
Space terbatas dalam volume
Jika organisasimu memiliki space yang kurang dalam suatu volume, NTFS menyediakan layanan untuk menambah kapasitas penyimpanan dalam sebuah server yang memiliki kapasitas terbatas.

Disk quotas membolehkan anda untuk memberi jalurdan mengendalikan user disk space yang digunakan untuk isi NTFS .

NTFS mendukung pengompresan/pemadatan seperti halnya menambahkan spaceyang tidak teralokasi dari disk yang sama atau dari disk lainnya untuk menambah ukuran dari sebuah kapasitas NTFS.


Beberapa Fitur NTFS
Bagian berikut akan memberikan informasi sedikit mengenai beberapa fitur NTFS:
-          NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna (dalam NTFS disebut dengan Disk Quota).
-          NTFS mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan jenis beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
-          NTFS mendukung kompresi data transparan yang, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hard disk. Selain itu, NTFS mendukung pembuatan berkas dengan atribut sparse (berkas yang berisi banyak area kosong di dalam datanya) yang umumnya dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi ilmiah.
-          NTFS mendukung hard link (tautan keras) serta symbolic link (tautan simbolis) seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS, implementasinya lebih sederhana. Fitur symbolic link dalam NTFS diimplementasikan dengan menggunakan Reparse Point yang awalnya hanya dapat diterapkan terhadap direktori. Windows Vista mengizinkan penggunaan symbolic link terhadap berkas.
-          NTFS mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter. Berbeda dengan sistem berkas FAT yang masih menggunakan pengodean ANSI (8-bit ASCII) dan hanya berorientasi pada format 8.3. Penggunaan nama panjang dalam sistem berkas FAT akan menghabiskan lebih dari dua entri direktori. Tabel di bawah ini menyebutkan karakteristik perbandingan antara NTFS dengan sistem berkas FAT32 dan FAT16.
-          NTFS memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan alternate data stream.




Kompatibilitas NTFS dan Sistem Operasi
NTFS tidak didukung oleh Microsoft Windows sebelum Windows NT 4.0 dan Windows 2000 Professional atau MS-DOS. Tabel Sistem operasi dan kompatibilitas NTFS menunjukkan sistem operasi mana yang mendukung NTFS.
Operating System dan NTFS Compatibility
Operating System NTFS
Windows XP Ya
Windows Server 2003 Ya
Windows 2000 Ya
Windows NT 4.0 Ya
Windows 95 OSR2, Windows 98, and Windows Millennium Edition
Windows 95 (prior to OSR2)
MS-DOS
catatan
  • Komputer dengan Windows NT 4.0 yang membutuhkan Service Pack 4 atau setelahnya  untuk mengakses  NTFS volume sebelumnyadiadopsi oleh Windows 2000, Windows XP, atau Windows Server 2003.
Tabel Perbandingan Karakteristik NTFS dengan FAT32


Karakteristik NTFS FAT32
Jumlah berkas dalam satu volume 232-1 berkas 228 berkas
Berkas atau subdirektori setiap direktori Tidak terbatas 216-2 berkas atau direktori
Kompatibilitas dengan sistem operasi DOS Tidak Tidak
Dapat dual-booting dengan Windows 95/98 Tidak Ya (Windows 95 OSR 2.0 ke atas)
Kompresi data transparan Ya Tidak
Enkripsi Transparan Ya (versi 3.0 ke atas) Tidak
Penetapan kuota ruangan untuk tiap pengguna Ya Tidak
Ukuran berkas maksimum 264 – 1 byte 232 – 1 byte
Ukuran cluster minimum 512 bytes (1 sektor) 512 bytes (1 sektor)
Ukuran cluster maksimum 64 KB (32 sektor) 64 KB (32 sektor)
Ukuran partisi maksimum 232 cluster 4,177,198 cluster
Jumlah berkas tiap partisi 232 – 1 berkas 228 berkas
Jumlah direktori tiap partisi Tidak Terbatas 216 – 2 direktori





Struktur NTFS
Dalam sistem berkas NTFS, semua data yang tersimpan di dalam sebuah volume disimpan dalam bentuk berkas. Hal ini berlaku untuk direktori, berkas biasa, hingga struktur data yang dimiliki oleh NTFS itu sendiri (yang disebut dengan NTFS Metadata), yang diperlihatkan pada Tabel di bawah ini. Dengan menyimpan segala data dalam bentuk berkas, Windows dapat menemukan dan memelihara data secara lebih mudah dan cepat, dan tentu saja karena arsitektur keamanan yang dimiliki oleh Windows NT, semua berkas dapat diproteksi dengan menggunakan deskriptor keamanan (security descriptor). Selain itu, jika ada beberapa bagian dari dalam disk mengalami kerusakan (atau lazim disebut sebagai bad sector), NTFS dapat melakukan relokasi terhadap NTFS metadata untuk mencegah disk tersebut menjadi tidak dapat diakses sama sekali.
Record # Nama Berkas Keterangan
0 $MFT MFT adalah singkatan dari Master File Table, yang berisi catatan setiap berkas yang terletak dalam volume NTFS berikut atribut yang dikandungnya. MFT merupakan jantung dari NTFS.
1 $MFTMIRR Salinan dari berkas $MFT yang utama (lihat di atas), yang dapat digunakan untuk tujuan pemulihan sistem (system recovery) dan juga pemulihan hard disk. Isi berkas ini adalah beberapa baris awal yang dimiliki oleh berkas $MFT yang asli.
2 $LOGFILE Berisi tabel catatan transaksi yang dapat digunakan untuk tujuan pemulihan sistem.
3 $VOLUME Berisi informasi tentang volume yang bersangkutan, seperti nomor serial volume tersebut, versi NTFS yang digunakan dan lain-lain.
4 $ATTRDEF Definisi atribut setiap berkas.
5 $ Direktori akar (root directory) yang dimiliki oleh sebuah volume. Beberapa literatur menulis root dengan tanda titik (.).
6 $BITMAP Berisi peta bit (bitmap) yang terdapat dalam sebuah volume, sehingga dapat diketahui sektor mana saja yang telah terpakai atau belum terpakai.
7 $BOOT Berisi kode boot-strapping untuk sebuah volume, jika volume tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan proses booting.
8 $BADCLUS Berisi tabel yang merujuk pada lokasi unit alokasi yang dianggap rusak (bad cluster) pada sebuah volume NTFS.
9 $SECURE Berisi tabel sistem keamanan untuk berkas-berkas yang ada dalam setiap volume.
10 $UPCASE Memetakan berkas yang memiliki nama berkas dengan huruf kecil dengan huruf besar. Seperti my-file.doc dipetakan dengan MY-FILE.DOC.
11 $EXTEND Digunakan untuk beberapa fitur opsional yang dapat memperluas kemampuan NTFS, seperti kuota untuk pengguna, enkripsi dan tanda pengenal objek (object identifier), dan lain-lain.
12 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
13 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
14 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
15 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
16 [Berkas dalam hard disk] Digunakan untuk menyimpan semua berkas milik pengguna.
Ketika seorang pengguna menggunakan utilitas format.com atau menggunakan Windows Explorer untuk membuat partisi NTFS, maka NTFS akan membuat sekitar 16 berkas NTFS metadata (lihat tabel di atas). Setiap berkas tersebut merupakan berkas yang tersembunyi dan sama sekali tidak dapat ditampilkan oleh program Shell ketika pengguna melakukan browsing partisi NTFS dengan menggunakan command prompt atau Windows Explorer. Setiap NTFS Metadata diberi nama yang dimulai dengan karakter dolar ($).
Setiap berkas dalam sebuah volume berbasis NTFS dapat dikenali dengan sebuah nilai berukuran 64-bit yang disebut dengan “referensi berkas” atau file reference. Referensi berkas mengandung sebuah nomor referensi berkas (reference file number) dan sebuah nomor urut referensi berkas (reference sequence number). Angka berkas berhubungan dengan posisi di mana letak record berkas tersebut di dalam MFT dikurangi 1 (atau posisi di mana record tersebut berada dikurangi satu, jika berkas tersebut memiliki lebih dari sebuah record); sedangkan nomor urut referensi berkas, yang akan berubah setiap kali MFT record digunakan, mengizinkan NTFS untuk melakukan pengecekan konsistensi sistem berkas secara internal.
FAT (File Allocation Table)
Tabel Alokasi Berkas
Definisi : sebuah sistem berkas yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Tabel alokasi berkas atau File Allocation Table merupakan sebuah tabel yang dipelihara di dalam hard disk atau media penyimpanan lainnya oleh sistem operasi yang bertindak sebagai “daftar isi media penyimpanan”, yang menunjukan di mana direktori dan berkas disimpan di dalam disk.
Ketika sebuah media penyimpanan diformat dengan menggunakan FAT, sistem berkas ini akan membuat sebuah tabel alokasi berkas yang disimpan pada lokasi yang dekat dengan permulaan media penyimpanan tersebut. Media penyimpanan yang dimaksud adalah media penyimpanan seperti sebuah hard disk, sebuah partisi dalam sebuah hard disk, atau media penyimpanan portabel. Selain membuat satu tabel alokasi berkas, sistem berkas tersebut juga membuat salinan dari sistem berkas tersebut, dan berada pada media penyimpanan yang sama. Jika salah satu salinan mengalami kerusakan, maka sistem berkas akan menggunakan salinan yang lain, dan mengganti tabel yang rusak tersebut dengan salinan yang masih baik (cara kerja ini disebut dengan FAT Mirroring, yang bekerja seperti layaknya RAID 1). Lokasi tabel alokasi berkas ditentukan di dalam sebuah area yang disebut dengan BIOS Parameter Block (BPB) dalam boot sector sebuah media penyimpanan yang menggunakan sistem berkas FAT.
Sistem berkas ini digunakan oleh sistem operasi MS-DOS (hanya versi FAT12 dan FAT16), Windows (hampir semua versi Windows; untuk versi FAT yang didukung olehnya lihat pada bagian versi), GNU/Linux, dan masih banyak sistem operasi lainnya yang juga mendukung termasuk Macintosh OS/X. Ada beberapa versi dari sistem berkas FAT, yang dibedakan dari berapa banyak unit alokasi yang didukungya, yakni sebagai berikut:
  • FAT12
  • FAT16
  • FAT32
FAT32
FAT32 adalah versi sistem berkas FAT yang paling baru, yang diperkenalkan ketika Microsoft merilis Windows 95 OEM Service Release 2 (Windows 95 OSR2). Tabel sistem operasi Windows yang mendukung sistem berkas FAT32 ini sebagai berikut.
Sistem operasi Dukungan
MS-DOS Tidak
Windows 95 (versi awal) Tidak
Windows 95 OSR2 Ya
Windows 98 Ya (Windows 98 juga memiliki utilitas untuk mengonversi FAT16 ke FAT32)
Windows Millennium Edition Ya
Windows NT 3.x Tidak
Windows NT 4.0 Tidak
(Beberapa perusahaan, seperti Winternals membuat driver FAT32 untuk Windows NT 4.0)
Windows 2000 Ya
(Windows 2000 membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows XP Ya
(Windows XP membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows Server 2003 Ya
(Windows Server 2003 membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows Vista Ya
(Windows Vista membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Karena menggunakan tabel alokasi berkas yang besar (32-bit), FAT32 secara teoritis mampu mengalamati hingga 232 unit alokasi (4294967296 buah). Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 adalah 228 (268435456 buah). Ukuran unit alokasi maksimum dapat mencapai 32768 byte (64 sektor), sehingga secara teoritis dapat mengalamati 8 terabytes (8192 Gigabytes), meski tidak disarankan. Selain itu, program instalasi beberapa keluarga sistem operasi Windows NT 5.x ke atas hanya mengizinkan pembuatan partisi FAT32 hingga 32 Gigabyte (jika partisi lebih besar dari 32 GB, maka program instalasi Windows hanya menyediakan sistem berkas NTFS). Dalam instalasi sistem operasi Windows NT 5.x ke atas, jika ukuran partisi di mana Windows diinstalasikan kurang dari 2 Gigabyte, program instalasi akan menggunakan sistem berkas FAT16; dan berlaku sebaliknya, jika partisi di mana Windows hendak diinstalasikan lebih dari 2 Gigabyte, program instalasi akan menggunakan sistem berkas FAT32.
FAT32 menggunakan ukuran unit alokasi yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem berkas FAT12/FAT16, sehingga FAT32 lebih efisien ketika diaplikasikan pada partisi yang besar (ukurannya lebih besar dari pada 512 Megabyte). Penghematan yang dilakukan oleh FAT32 dibandingkan dengan FAT16/FAT12 kira-kira adalah 20% hingga 27%. Windows 98 memiliki utilitas yang dapat digunakan untuk mengonversi partisi FAT16 menjadi FAT32 tanpa kehilangan data.

Karakteristik dan fitur setiap versi
Berikut ini adalah tabel perbandingan ukuran partisi dan ukuran unit alokasi sistem berkas (default) yang digunakan oleh sistem berkas FAT.
Ukuran partisi FAT12 FAT16 FAT32
0 MB hingga 6 MB 1024 byte (2 sektor) Tidak didukung Tidak didukung
7 MB hingga 16 MB 2048 byte (4 sektor) Tidak didukung Tidak didukung
17 MB hingga 32 MB 4096 byte (8 sektor) 512 byte (1 sektor) Tidak didukung
33 MB hingga 64 MB Tidak didukung 1024 byte (2 sektor) 512 byte (1 sektor)
65 MB hingga 128 MB Tidak didukung 2048 byte (4 sektor) 1024 byte (2 sektor)
129 MB hingga 256 MB Tidak didukung 4096 byte (8 sektor) 2048 byte (4 sektor)
257 MB hingga 512 MB Tidak didukung 8192 byte (16 sektor) 4096 byte (8 sektor)
513 MB hingga 1024 MB Tidak didukung 16384 byte (32 sektor) 4096 byte (8 sektor)
1025 MB hingga 2048 MB Tidak didukung 32768 byte (64 sektor) 4096 byte (8 sektor)
2049 MB hingga 4096 MB Tidak didukung 65536 byte (128 sektor)
Hanya dapat digunakan dalam keluarga Windows NT
4096 byte (8 sektor)
4097 MB hingga 8192 MB Tidak didukung Tidak didukung 4096 byte (8 sektor)
8192 MB hingga 16384 MB Tidak didukung Tidak didukung 8192 byte (16 sektor)
16385 MB hingga 32768 MB Tidak didukung Tidak didukung 16384 byte (32 sektor)
32769 MB – 127.5 GB Tidak didukung Tidak didukung 32768 byte (64 sektor)
127.5 GB – 2 TB Tidak didukung Tidak didukung 65536 (128 sektor)
Tabel berikut berisi informasi mengenai karakteristik dan fitur sistem berkas FAT
Karakteristik FAT12 FAT16 FAT32
Panjang nama berkas maksimum 8.3 dalam sistem operasi MS-DOS,
hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit
8.3 dalam sistem operasi MS-DOS,
hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit
Hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit,
juga membuat format nama berkas 8.3
Fitur keamanan Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Fitur kompresi data Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Jumlah unit alokasi tabel alokasi berkas 12-bit (4096 buah) 16-bit (65536 buah), 32-bit (teoritis), 28-bit (praktek)
Jumlah unit alokasi fisik tiap partisi 32680 sektor 65524 buah unit alokasi
(seharusnya 65536 buah, tapi beberapa unit alokasi telah direservasikan)
65527 buah unit alokasi
(seharusnya 65536 buah, tapi beberapa unit alokasi telah direservasikan)
Ukuran unit alokasi maksimum
64 KB (maksimum); 32 KB (disarankan) 64 KB (teoritis); 32 KB (praktek); 16 KB (disarankan)
Kisaran ukuran unit alokasi 512 byte hingga 2048 byte 512 byte hingga 65536 byte 512 byte hingga 65536 byte
Ukuran partisi maksimum 32 MB 2 GB (pada semua sistem operasi); 4 GB (hanya pada keluarga Windows NT) 8 TB (teoritis), 2 TB (implementasi; limitasi ini dikarenakan tabel partisi dalam skema partisi MBR yang digunakan oleh FAT32), 32 GB (Windows NT 5.x ke atas)
Ukuran berkas maksimum
4 GB – 1 byte (232-1 byte) 4 GB – 1 byte (232-1 byte)
Jumlah berkas tiap partisi
65536 berkas 4177920 berkas
Jumlah berkas maksimum dalam direktori akar
512 berkas (Penggunaan nama berkas panjang (nama berkas yang tidak menggunakan format 8.3) dapat mengurangi jumlah ini secara signifikan) 65534 berkas (Penggunaan nama berkas panjang dapat mengurangi jumlah ini secara signifikan)
Saran penggunaan Media penyimpanan kurang dari 16 MB Media penyimpanan dari 16 MB hingga 511 MB Media penyimpanan dari 512 MB hingga 32768 MB. Gunakan NTFS atau sistem berkas lainnya untuk media penyimpanan yang lain.

Spesification Rizky Harddisk Seagate Barracuda 7200.7 80 GB
Field Value
ATA Device
Model ID ST380011A
Serial Number 5JV09BXR
Firmware Revision 3.06
Parameters 155061 cylinders, 16 heads, 63 sectors per track, 512 bytes per sector
Device Type ATA device, harddisk
Port Primary controller – Master Drive
ATA/ATAPI standards ATA-1, ATA-2, ATA-3, ATA/ATAPI-4, ATA/ATAPI-5, ATA-ATAPI-6
ATA/ATAPI version ATA/ATAPI-6 T13 1410D revision 2
Single word DMA mode supported None
Single word DMA mode enabled None
Multi word DMA mode supported 0, 1, 2 (16.66 MB/s)
Multi word DMA mode active None
Ultra DMA mode supported 0 -5 (100 MB/s)
Ultra DMA mode enabled 5 (100 MB/s)
PIO mode supported 2 (8.3 MB/s)
PIO mode with IORDY supported 3, 4 (16.6 MB/s)
LBA Sectors 156301488
Cache size 2,048 KB
Controller Not specified
Read cache supported Yes
Read cache enabled Yes
Write cache supported Yes
Write cache enabled Yes
Buffer 2 MB
Multiple Sectors 16
ECC Bytes 4
Max. PIO Transfer Mode PIO 4
Max. UDMA Transfer Mode UDMA 5 (ATA-100)
Active UDMA Transfer Mode UDMA 5 (ATA-100)
Unformatted Capacity 76319 MB

ATA Device Features
SMART Supported (Enabled)
Security Mode Supported (Enabled)
Power Management Supported (Enabled)
Advanced Power Management Not Supported
Removable media feature No
Packet command No
Release interrupt No
Service interupt No
Device reset command No
Write verify command No
Write buffer command No
Read buffer command No
NOP command No
Identify DMA command No
Download microcode Yes
Read/Write DMA queued No
CFA feature No
Set max security extension Yes (Enabled)
Flush cache command No
Flush cache ext command No
SMART error logging Yes
SMART self test Yes
Streaming No
General logging No
I/O ready (IORDY) Yes (enabled)
Min PIO timing (without IORDY) 240 ns
Min PIO timing (with IORDY) 120 ns
PIO timing 512 ns
DMA timing 512 ns
Min multiword DMA timing 120 ns
Multiword DMA timing (Recommended) 120 ns
Overlapped Operations No
Command Queuing Yes
ECC bytes passed by the Read/Write long commands 4 bytes
Host Protected Area Supported
Power-Up In Standby Not Supported
Automatic Acoustic Management Not Supported
48-bit LBA Supported
Device Configuration Overlay Supported

ATA Device Physical Info
Manufacturer Seagate
Hard Disk Name Barracuda 7200.7 80011
Form Factor 3.5″
Formatted Capacity 80 GB
Disks 1
Recording Surfaces 2
Physical Dimensions 146.56 x 101.85 x 26.1 mm
Max. Weight 544 g
Average Rotational Latency 4.16 ms
Rotational Speed 7200 RPM
Max. Internal Data Rate 683 Mbit/s
Average Seek 8.5 ms
Interface Ultra-ATA/100
Buffer-to-Host Data Rate 100 MB/s
Buffer Size 2 MB
Spin-Up Time 10 sec

ATA Device Manufacturer
Company Name Seagate Technology LLC
Product Information http://www.seagate.com/products

Facebook Twitter RSS